Minggu, 13 Sep 2026

Diduga Bunuh Diri, Warga Polowijen Tewas Tertabrak KA Arjuna Express

2 menit membaca View : 35
Redaksi
Kabar Peristiwa - 22 Jul 2026

MALANG, mediasiberkompppak.com
Seorang pria lanjut usia ditemukan tewas di lokasi kejadian setelah tertabrak Kereta Api Arjuna Express di jalur rel KM 43800/900, Jl. Sembilang RT 01 RW 01, Kelurahan Polowijen, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, pada Rabu, 22 Juli 2026 sekitar pukul 05.38 WIB.

Korban diketahui bernama Gunawan Sujatmiko, 77 tahun, warga Jl. Sembilang VII/13 RT 05 RW 01, Kelurahan Polowijen, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Korban berprofesi sebagai wiraswasta dan beragama Islam.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, kejadian pertama kali diketahui oleh *Andreas*, 33 tahun, penjaga palang pintu KA bawah fly over. Saat sedang bertugas, Andreas diberitahu oleh warga bahwa ada orang tertabrak kereta di titik KM 43800/900.

Bersama saksi kedua, Wahyu Tri Purniawan, 47 tahun, Andreas langsung menuju TKP. Benar saja, di timur rel KA sudah tergeletak seorang pria dengan kondisi sudah tidak bernyawa.

“Setelah melihat kejadian itu kami langsung lapor ke pihak kepolisian,” ujar Andreas.

Kereta yang terlibat dalam peristiwa ini adalah *KA Arjuna Express 66F* relasi Malang – Surabaya. Masinis yang bertugas atas nama *Bryan Sangga Bahtera* dan Asisten Masinis *Suryadi Nugroho*.

Tak lama berselang, petugas gabungan tiba di lokasi. Terdiri dari Pawas Polsek Blimbing, Piket Patroli, Piket SPK Polsek Blimbing, Piket Identifikasi Polresta Malang Kota, Piket Reskrim Polsek Blimbing, Tim Evakuasi, dan 1 unit ambulance.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke *RSSA Malang* untuk dilakukan visum.

*Diduga Sengaja Tidur di Rel*
Fakta mengejutkan terungkap dari hasil pengecekan CCTV di sekitar TKP. Dalam rekaman terlihat korban diduga sengaja berbaring di atas rel saat kereta akan melintas.

Hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Langkah yang sudah dilakukan antara lain membuat pengantar visum, membuat Laporan Kejadian, dan melaporkan kejadian tersebut ke pimpinan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak beraktivitas di sekitar rel kereta api dan selalu waspada. Bagi yang mengalami tekanan hidup, disarankan untuk mencari bantuan ke keluarga, tokoh agama, atau tenaga kesehatan.
Knti

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *