Sabtu, 12 Sep 2026

Langkah Nyata,Pemkot Surabaya Bekali Tukang Lokal dengan Sertifikat Gratis

3 menit membaca View : 36
Redaksi
Nasional - 19 Nov 2025

SURABAYA |mediasiberkompppak.com – Di balik hiruk-pikuk pembangunan Kota Pahlawan, ada asa yang kembali ditegakkan. Harapan itu hadir melalui wajah-wajah puluhan warga berseragam biru yang duduk rapi mengikuti Pelatihan Tukang Bangunan Gedung Jenjang 2, Rabu (19/11).

 

Mereka bukan sekadar peserta, tetapi para kepala keluarga yang ingin meningkatkan kualitas hidup, para pekerja yang ingin dihargai keahliannya, dan warga Surabaya yang ingin naik kelas melalui jalur keterampilan.

 

Langkah nyata Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya di bawah kepemimpinan Wali Kota Eri Cahyadi kembali mendapat sorotan positif. Melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperindag), Pemkot menggandeng Gabungan Pengusaha Konstruksi Nasional (GAPEKNAS) Surabaya untuk membuka pelatihan keahlian pertukangan secara gratis.

 

Ini bukan program biasa; Ini adalah pintu baru bagi pekerja konstruksi untuk memiliki masa depan yang lebih pasti.

 

“Bismillah, semoga dengan sertifikat ini saya bisa kerja di proyek yang lebih besar,” ujar salah satu peserta, sebelum acara dimulai.

Kalimat sederhana itu menggambarkan betapa pentingnya pelatihan ini bagi mereka. Tak lagi sekadar belajar memasang bata atau mengukur garis dinding, tetapi belajar meningkatkan martabat diri melalui kompetensi resmi.

Kepala Disperindag Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, hadir langsung untuk memastikan pelatihan berjalan maksimal. Ia menyaksikan bagaimana para peserta mengikuti instruksi dengan penuh antusias.

Bagi Hebi, pelatihan ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi investasi jangka panjang bagi daerah.

Ketua GAPEKNAS Surabaya, Samsurin, melihat pelatihan ini sebagai kebutuhan mendesak bagi masa depan konstruksi kota. Menurutnya, pekerja lokal harus diberi panggung untuk berkembang dan bersaing, terutama di tengah tuntutan sertifikasi yang kian meningkat.

GAPEKNAS hadir untuk mendorong percepatan sertifikat keahlian bagi warga Surabaya. Kami ingin mereka lebih produktif dan bekerja secara proporsional sesuai bidangnya,” tegas Samsurin.

Terima kasih kepada Pemerintah Kota Surabaya, khususnya Bapak Wali Kota dan Disperindag, yang memberi fasilitas gratis ini,” tambahnya.

Ucapan itu menggambarkan betapa pentingnya sinergi pemerintah dan asosiasi konstruksi untuk membuka akses seluas-luasnya bagi warga yang ingin memperbaiki taraf hidup.

Tak berhenti pada dunia usaha, pelatihan ini juga merangkul organisasi kemasyarakatan. Ibu Puji, Kepala Bidang Ekonomi, UMKM, dan Tenaga Kerja MPC Pemuda Pancasila Surabaya, menegaskan bahwa pihaknya ikut memfasilitasi anggota yang selama ini bekerja sebagai tukang.

“Tujuannya jelas: agar teman-teman yang bekerja di bidang teknik sipil, khususnya pertukangan gedung, punya sertifikat kompetensi sebagaimana diharapkan Pemkot,” ujarnya.

Keterlibatan Ormas memperluas jangkauan pelatihan, mengingat banyak pekerja konstruksi yang selama ini bekerja tanpa standar resmi, padahal mereka memiliki keterampilan yang mumpuni.

Di era pembangunan cepat seperti sekarang, sertifikat keahlian bukan lagi pelengkap tetapi kebutuhan. Dengan sertifikat inilah para peserta diharapkan bisa masuk ke proyek-proyek berskala lebih besar, mendapat penghasilan yang lebih layak, dan bekerja dengan standar keselamatan yang lebih baik.

Lebih jauh dari itu, kualitas bangunan di Surabaya pun bisa meningkat. Tukang yang kompeten akan menghasilkan pekerjaan yang baik, dan hasil pekerjaan yang baik akan melahirkan kota yang lebih aman, indah, dan maju.

Program pelatihan gratis ini bukan hanya tentang keahlian. Ini tentang keberpihakan. Tentang pemerintah kota yang hadir, memberi ruang, membuka jalan, dan memastikan bahwa setiap warga Surabaya punya kesempatan untuk tumbuh.

( Red )

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *