
KabMalang –mediasiberkompppak.com Kapolres Malang AKBP Danang Setiyo Pambudi dalam konferensi pers akhir tahun, Selasa (30/12/2025), menyampaikan bahwa jajarannya telah mengungkap 15 kasus perjudian sepanjang tahun 2025. Capaian tersebut disebut sebagai bentuk komitmen kepolisian dalam memberantas penyakit masyarakat di wilayah hukum Polres Malang.
Namun ironisnya, di balik klaim penindakan tersebut, praktik perjudian sabung ayam yang diduga beroperasi di Dusun Sumbertimo, Desa Arjosari, Kecamatan Kalipare Kabupaten Malang, hingga kini masih berlangsung secara terbuka. Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius di tengah masyarakat terkait konsistensi dan keseriusan penegakan hukum.
Berdasarkan informasi yang berkembang di warga sekitar, arena sabung ayam tersebut diduga dimiliki oleh seseorang berinisial J. Meski telah lama menjadi sorotan dan perbincangan publik, lokasi perjudian itu disebut belum pernah tersentuh penindakan hukum, bahkan aktivitasnya terpantau masih berjalan normal hingga penghujung tahun.
“Kalau memang judi diberantas, kenapa yang ini tetap jalan? Warga tahu, tapi seolah dibiarkan,” ungkap salah satu warga dengan nada kecewa, (30/12/2025).
Situasi ini memunculkan kesan adanya pembiaran atau perlakuan berbeda dalam penegakan hukum. Warga menilai, penindakan terhadap perjudian tidak boleh bersifat tebang pilih, terlebih jika praktik tersebut sudah meresahkan lingkungan sekitar dan berlangsung dalam waktu lama.
Di sisi lain, diketahui bahwa AKBP Danang Setiyo Pambudi akan segera bergeser jabatan sebagai Wadirreskrimum Polda Metro Jaya, sebagaimana diberitakan sebelumnya. Masyarakat pun berharap, di akhir masa kepemimpinannya sebagai Kapolres Malang, persoalan dugaan perjudian sabung ayam di Kalipare dapat dituntaskan secara tegas dan transparan.
“Jangan sampai warisan yang ditinggalkan justru persoalan yang belum selesai. Ini ujian terakhir,” ujar warga lainnya.
Penegakan hukum yang adil dan tanpa pandang bulu dinilai menjadi kunci menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Warga berharap, klaim pemberantasan perjudian tidak hanya berhenti pada angka dan konferensi pers, tetapi benar-benar dirasakan hingga ke tingkat desa.
Team

Tidak ada komentar