Rabu, 28 Okt 2026

PAKASA Malang Raya Resmi Dikukuhkan, Tegaskan Komitmen Lestarikan Budaya Keraton.

2 menit membaca View : 38
Redaksi
Kabar Peristiwa - 01 Agu 2026

MALANG – mediasiberkompppak.com Nuansa adat Jawa kental terasa di Pendopo Agung Kabupaten Malang pada Sabtu (1/8/2026). Paguyuban Kawula Kraton Surakarta / PAKASA Malang Raya resmi mengukuhkan kepengurusan baru periode 2026–2031 sekaligus menggelar prosesi kekancingan atau pemberian gelar kebangsawanan.

Acara diawali penyambutan tamu kehormatan dari PAKASA Punjer, penampilan Tari Sekar Kadipaten khas Malang, pemutaran profil organisasi, hingga pengibaran bendera dan menyanyikan Indonesia Raya serta Mars PAKASA.

Ketua Demisioner PAKASA Malang Raya 2020–2025, KRA. M. Nuh Pradotonegoro, dalam sambutannya mengapresiasi dedikasi pengurus lama. Ia berharap kepengurusan baru dapat melanjutkan estafet pelestarian budaya Keraton Surakarta di Bumi Arema.
“PAKASA adalah rumah untuk menjaga nilai luhur, tata krama, dan persaudaraan. Semoga sinergi dengan pemerintah dan masyarakat semakin kuat,” ujarnya.

Puncak acara adalah pembacaan SK Pengurus PAKASA Malang Raya 2026–2031, dilanjutkan prosesi _kekancingan_, sumpah jabatan, penandatanganan berita acara, dan penyerahan Pataka sebagai simbol estafet kepemimpinan.

Dalam prosesi tersebut, KRA. Dwi Indrotito Cahyono Pradoto Adiningrat, S.H., M.M., yang akrab disapa Kanjeng Tito, resmi menerima amanah sebagai Ketua PAKASA Malang Raya Periode 2026–2031. Penyematan pin kehormatan menandai dimulainya kepemimpinan baru.

Kanjeng Tito menegaskan PAKASA bukan sekadar organisasi budaya.
“PAKASA adalah rumah besar bagi seluruh kawula Keraton Surakarta. Kami berkomitmen memperkuat pelestarian budaya, pendidikan karakter, serta membangun kolaborasi dengan pemerintah, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat agar warisan leluhur tetap lestari,” tegasnya.

Selain ketua, sebanyak 18 pengurus juga dikukuhkan dan menerima ganjaran atau gelar kebangsawanan. Beberapa di antaranya
Nanang Winamo sebagai Bupati Anom, Yanto, Rio Dadang Setyawan, Ninik Purwati, Nasya Zahira Putri Elya, Sugiati, Ni Wayan Mudiasni sebagai Panewu Anom.
Lalu Dr. Ir. Aladin Eko Purkuncoro, S.T., M.T., IPM., Asean.Eng dan Nyi Mas Temenggung Hj. Idhiningrum Budayaningrum, S.Sos sebagai Bupati Sepuh Anom.
Serta Mustofa, S.H., Dewi Nuriani Sutanto, S.Si., Tiwi Dwi Astutik, Ach. Hasan Bisri, Mas Ngabehi Iravan Sukma Adiprajo, S.H., Herdia Kumalawati, S.H., Slamet Riyanto, S.Pd., Mas Ngabehi Endy Setyabudi, dan Nyi Behi Mujiati Purwaningtyas sebagai Bupati Anom.

Amanat dari PAKASA Punjer juga disampaikan, menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai adiluhung, etika, dan memperkuat rasa persaudaraan di tengah dinamika masyarakat.

Acara ditutup dengan doa bersama, foto bersama, dan ramah tamah penuh kekeluargaan.

Dengan kepemimpinan baru, PAKASA Malang Raya diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam melestarikan budaya Jawa, khususnya Keraton Surakarta, serta menjadi wadah yang solid, inovatif, dan berdampak bagi pelestarian budaya Nusantara.(Knt)

 

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *