Selasa, 27 Okt 2026

Tanggap Darurat Hingga 31 Desember, BPBD Malang Masih Distribusikan Air Bersih ke 13 Desa

2 menit membaca View : 11
Redaksi
Kabar Peristiwa - 15 Okt 2026

MALANG- mediasiberkompppak.com  Kekeringan masih melanda Kabupaten Malang. Sebanyak 13 desa di 6 kecamatan hingga kini masih bergantung pada bantuan distribusi air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang.

Jumlah tersebut berkurang satu desa dari sebelumnya 14 desa terdampak. Desa Tulungrejo, Kecamatan Donomulyo dinyatakan aman setelah tim BPBD melakukan asesmen penghentian bantuan air bersih sejak 5 Oktober 2026.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan Desa Tulungrejo telah berhasil melakukan mitigasi mandiri.

“Tulungrejo sudah melakukan mitigasi mandiri dengan membuat saluran dari sumber ke daerah yang kekeringan. Sementara ini sudah dinyatakan aman,” ujar Sadono saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Rabu (14/10/2026).

Dengan perkembangan tersebut, desa yang masih menerima distribusi air bersih berkurang menjadi 13 desa. Tulungrejo menjadi satu-satunya desa yang dinyatakan aman dan tidak lagi menerima droping air.

Meski demikian, kondisi kekeringan secara umum belum pulih. Berdasarkan laporan posko komando tanggap darurat bencana kekeringan dan karhutla BPBD Kabupaten Malang, dampak kekeringan sebelumnya meliputi 14 desa di enam kecamatan, dengan total 5.799 Kepala Keluarga (KK) atau 18.414 jiwa terdampak.

Enam kecamatan tersebut meliputi Sumbermanjing Wetan, Gedangan, Sumberpucung, Donomulyo, Kalipare, dan Pagak.

Sadono menjelaskan, penyaluran air bersih tidak dilakukan setiap hari di setiap desa. BPBD menerapkan pola bergiliran dengan interval dua hari sekali.

“Memang ada beberapa desa yang kami mengirimkan di dua hari sekali per desanya. Sehingga desa yang tidak tercatat menerima pasokan pada hari ini misalnya, belum tentu sudah terbebas dari dampak kekeringan, melainkan dapat mengikuti jadwal pengiriman yang telah ditetapkan. Kecuali Tulungrejo,” jelasnya.

Berdasarkan laporan Pusdalops PB BPBD Kabupaten Malang per 13 Oktober 2026, distribusi air bersih tercatat sebanyak 112.300 liter menggunakan 7 armada dengan total 22 rit pengiriman. Distribusi tersebut mencakup desa-desa di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Sumberpucung, Kalipare, dan Pagak.

Secara kumulatif, total distribusi air bersih selama periode 8 Agustus hingga 13 Oktober 2026 mencapai 4.574.300 liter.

Di sisi lain, status tanggap darurat bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Malang masih berlaku hingga akhir tahun.

“Belum ada perpanjangan. Masih tetap sampai 31 Desember 2026 nanti,” pungkas Sadono.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *