Sabtu, 31 Okt 2026

Edukasi Batik Sejak Dini, Kelurahan Sukun Gelar Festival Batik ke 7 Untuk Siswa SD.

3 menit membaca View : 11
Redaksi
Kabar Peristiwa - 30 Okt 2026

MALANG KOTA- mediasiberkompppak.com  Kelurahan Sukun menggelar Festival Batik Sukun ke-7 sebagai upaya edukasi batik kepada generasi muda.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis, 29 Oktober 2026, di Aula Kelurahan Sukun Lantai 2, dan diikuti 30 siswa kelas 3 hingga 6 dari lima sekolah dasar di wilayah Kelurahan Sukun.

Tak sekadar edukasi, festival ini mengajak anak-anak untuk belajar menggambar, mengenal proses membatik, hingga memahami filosofi dan makna di balik setiap motif batik.

Lurah Sukun, Yayan Heriyana,S.Sos.,M.Si., mengatakan antusiasme generasi muda terhadap batik saat ini masih rendah. Sementara para perajin batik didominasi kalangan sesepuh.

“Seniman batik kan para sesepuh-sesepuh, masih ada generasi muda, kan nggak begitu antusias pada batik. Makanya kami memberikan fasilitas pada adik-adik ini, artinya bisa tahu kan seniman batik seperti apa,” ujar Yayan.

Menurutnya, edukasi batik sejak dini menjadi langkah penting untuk memperkuat identitas bangsa, sehingga batik tetap diakui sebagai ciri khas budaya Indonesia dan tidak mudah diklaim pihak lain.

“Bahwa ternyata Kelurahan Sukun sudah memberikan edukasi batik, apalagi yang bersambung dengan seniman batik nantinya. Tidak perlu lagi ada edukasi apapun, tapi udah tahu dari kami anak itu data semua kan. Tidak ada lagi yang mengklaim-klaim lagi. Ternyata batik adalah ciri khas budaya Indonesia,” tuturnya.

Yayan menambahkan, ke depan Kelurahan Sukun akan menggelar lomba batik antar sekolah di tingkat RW hingga kelurahan.

Sementara itu, perintis batik Kelurahan Sukun, Nur Zanah yang akrab disapa Nena, mengungkapkan keprihatinannya karena masih banyak anak yang belum mengenal batik. Mereka hanya memakai baju bermotif batik tanpa tahu makna di baliknya.

“Karena kita miris zaman sekarang, pernah kita berbicara dengan anak kelas 5 itu sama sekali tidak mengenal batik itu apa sih? Nah itu yang menggugah kami untuk mengenalkan batik pada anak usia sedini mungkin,” ungkap Nena.

Nena menyebut, Batik Sukun mengusung tema Pancawarna yang diluncurkan Kota Malang, dan akan dikembangkan dengan mengangkat ikon-ikon khas wilayah Sukun mulai dari tingkat kecamatan hingga kelurahan.

Ia juga berencana membuat seragam siswa SD di wilayah Sukun dengan motif Sukun yang akan digarap kelompoknya.

Menurut Nena, belajar batik memiliki banyak manfaat bagi anak, selain menumbuhkan kesadaran untuk melestarikan budaya, juga sebagai terapi untuk melatih konsentrasi dan kesabaran.

“Jadi anak yang biasanya super aktif itu bisa memilah, oh mana sih aku yang harus aktif, mana sih aku yang harus konsentrasi. Itu sudah kita terapkan di beberapa kelompok anak di wilayah kami,” jelasnya.

Festival ini akan berlanjut dengan rangkaian acara pada Hari Ibu dengan tema yang sama. Angka 7 pada Festival Batik ke-7 sendiri memiliki filosofi mendalam. Nena berharap Batik Sukun bisa semakin dikenal hingga kancah nasional bahkan mendunia.(Red)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *