Selasa, 27 Okt 2026

Berkarya melalui Cinta, MTsN 2 Kota Malang Padukan Semangat Santri dan Jiwa Wirausaha.

2 menit membaca View : 60
Redaksi
Pendidikan - 23 Okt 2026

MALANG – mediasiberkompppak.com Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di MTsN 2 Kota Malang, Kamis (22/10/2026) di kemas berbeda.

Sebanyak 854 murid kelas VII, VIII, dan IX mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari apel, kirab santri, lomba paduan suara, hingga proyek kewirausahaan dalam kegiatan kokurikuler semester ganjil Tahun Ajaran 2026/2027.

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel Hari Santri Nasional yang dipimpin Arif Bahtiar, S.Ag.M.Pd.I., selaku Mudzir Ma’had Nawaina MTsN 2 Kota Malang,yang mewakili Kepala MTsN 2 Kota Malang, Anita Yusianti, M.Pd.

Pada saat yang sama, Kepala Madrasah mengikuti upacara peringatan Hari Santri Nasional di Balai Kota Malang.

Dalam amanatnya, Arif mengajak para santri untuk berkontribusi aktif bagi bangsa, memperkuat moral dan akhlak, serta mengawal kemajuan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

“Semangat kesantrian perlu diwujudkan melalui perpaduan ilmu agama, akhlak mulia, penguasaan ilmu pengetahuan, dan inovasi dalam menghadapi tantangan zaman,” pesannya.

Usai apel, murid mengikuti kirab di kawasan sekitar madrasah, wilayah Cemorokandang. Semangat kebersamaan berlanjut dalam kegiatan kokurikuler bertema “Berkarya melalui Cinta, Berwirausaha melalui Kreativitas”.

Lapangan madrasah disulap menjadi ruang pembelajaran terbuka melalui bazar produk dan karya murid kelas VII, VIII, dan IX.

Dikoordinasikan oleh bidang kurikulum, kegiatan ini mengintegrasikan materi pembelajaran dengan praktik kehidupan sehari-hari sekaligus memberikan ruang apresiasi melalui lomba bazar antarkelas. Kompetisi dibagi berdasarkan jenjang kelas dengan penetapan Juara I, II, dan III pada setiap jenjang.

Skema ini menjadi motivasi bagi setiap kelas untuk menampilkan kreativitas, kualitas produk, dan kemampuan mengelola usaha secara optimal.

Dalam pelaksanaannya, murid kelas VII menerapkan materi pelaku ekonomi dalam Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) serta nilai kerja sama, kejujuran, dan tanggung jawab melalui Pendidikan Pancasila.

Murid kelas VIII mempraktikkan konsep untung dan rugi dalam Matematika serta menerapkan pengetahuan tentang makanan dan minuman sehat dan bersih melalui Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Sementara itu, murid kelas IX memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam kegiatan usaha sekaligus menerapkan keterampilan menyusun teks prosedur dalam Bahasa Indonesia.

Melalui proyek ini, murid belajar merencanakan usaha, mengelola produk, memahami perhitungan sederhana, dan membangun karakter kewirausahaan sejak dini.(Knt)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *