
Malang kota – mediasibekompppak.com Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang bersama Pemkot dan BAZNAS menggelar peringatan Lebaran Muharram 1448 Hijriyah dengan menyalurkan santunan sebesar Rp193.475.000 kepada 650 anak yatim dan penyandang disabilitas. Kegiatan bertajuk “Lebaran Yatim 1448 H” ini diselenggarakan di Aula MAN 2 Kota Malang, Jalan Bandung, pada Kamis (25/6/2026).
Acara ini turut dihadiri oleh Wali Kota Malang, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang, Ketua BAZNAS Kota Malang, para Kepala Perangkat Daerah Kota Malang, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kota Malang, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Malang, perwakilan Satuan Kerja (Satker) Kementerian Agama Kota Malang, pengurus BAZNAS Kota Malang, serta Forum Organisasi Zakat (FOZ) Kota Malang.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang, KH. Achmad Shampton, S.HI., M.Pd.I., yang akrab disapa Gus Shampton, menyampaikan,
“Kami berkomitmen menjadikan Kota Malang sebagai pusat layanan terbaik bagi anak yatim. Dana kegiatan ini berasal dari ASN di lingkungan Kementerian Agama Kota Malang. Kami juga memohon doa agar seluruh ikhtiar untuk mewujudkan Kota Malang yang mbois berkelas dapat berjalan dengan baik. Selain berbagi konsumsi, kami menyediakan voucher yang dapat digunakan untuk berbelanja produk UMKM sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. UMKM harus terus dibina dan diberdayakan karena kami ingin hadir memberikan dukungan nyata bagi pelaku usaha kecil,” tuturnya.
Menurut Gus Shampton, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana berbagi kepada anak yatim dan penyandang disabilitas, tetapi juga menjadi momentum untuk menggerakkan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM binaan Kementerian Agama Kota Malang. Beliau berharap sinergi yang terbangun dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
Di sisi lain, Gus Shampton juga menyampaikan bahwa MAN 2 Kota Malang telah memperoleh predikat Zona Integritas (ZI) dari Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Harapannya MAN 2 Kota Malang dapat menjadi madrasah pertama yang berhasil meraih predikat WBBM dari Kementerian PANRB sehingga semakin menguatkan budaya pelayanan publik yang profesional dan berintegritas.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat secara simbolis menyerahkan bantuan
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa peringatan 10 Muharam memiliki makna istimewa karena menjadi momen berbagi dan membahagiakan anak yatim maupun penyandang disabilitas.
“Ini peringatan luar biasa yang dilaksanakan oleh Kemenag. Ini menjadi keinginan dari masyarakat juga, karena ini merupakan lebaran untuk anak yatim dan penyandang disabilitas. Kita bersama-sama untuk bisa merayakan dan tujuan juga berbagi kebahagiaan,” terang Wahyu.
Menurutnya, kegiatan yang digelar ini menjadi bentuk nyata kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan. Melalui pembagian voucher makanan yang dapat ditukarkan di pelaku UMKM setempat, para penerima manfaat diberikan kesempatan memilih makanan sesuai keinginan mereka.
“Tadi juga dari Kemenag sudah membagikan voucher makanan kepada UMKM yang ada agar anak-anak yatim dan disabilitas bisa mendapatkan sesuai dengan keinginannya. Dan peringatan ini tidak hanya seremonial, karena memang menjadi satu keharusan kita di 10 Muharam untuk bisa berbagi kepada yang membutuhkan, terutama anak-anak yatim dan disabilitas,” jelasnya.

Kepala MAN 2 Kota Malang, *Dr. H. Samsudin M.Pd*, selaku tuan rumah mengaku bersyukur. Ia berharap doa tulus para anak yatim membawa kemudahan bagi MAN 2 yang tengah berbenah menuju predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Dengan terselenggaranya acara ini, MAN 2 Kota Malang kembali menunjukkan komitmennya sebagai madrasah yang tidak hanya unggul dalam bidang pendidikan, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Semangat “Menebar Maslahat, Menguatkan Umat” diharapkan dapat terus menginspirasi berbagai pihak untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi sesama. Kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan ini menjadi modal berharga untuk mewujudkan Kota Malang yang semakin maju, peduli, dan berdaya.
(Knt)

Tidak ada komentar